“Almost = Nothing”

Suatu siang Saya membaca status FB temannya, menarik karena statusnya menurut saya benar walaupun kalau orang lain membacanya mungkin tidak mengerti apa maksudnya. Begini status yang ditulisnya “Almost = Nothing”. Atau lebih tepatnya dibaca “Almost is mean nothing”. Saya mencoba menerjemahkannya dalam bahasa saya menjadi “hampir” sama dengan nihil.

Membaca status itu “fantasi liar” saya berusaha melayang-layang mencoba mencari kebenaran tentang tulisan tersebut. Sampai pada akhirnya saya meng-klik “like” di posting status tersebut. Benar juga ya… kadang-kadang kita melihat pencapain kita sampai pada tataran “hampir”. “Saya hampir saja mendapatkannya”. “Saya hampir saja menang tender ini”. “Saya hampir saja naik pangkat, kalau saja dia tidak menjelek-jelekkan saya”. Kata hampir menurut Saya identik dengan “pembelaan diri”. Penyanggahan atas hasil yang tidak sempurna. Pembenaran akan ketiadaan.

Coba saja jika kita menealah apakah ada efeknya jika “hampir” dilekatkan pada prestasi kita. Ujung-ujungnya kembali lagi kita gagal mencapai sesuatu yang menjadi target pencapaian. Dan lagi-lagi kita hanya terjebak dalam suatu kondisi yang semu dimana kita “dibenarkan” dengan kata “hampir”. Kita puas dengan pencapaian “hampir” yang sebenarnya tidak menghasilkan apa-apa, hanya sekedar pembelaan diri atas apa yang kita lakukan. Jadi kalau kita mau menghasilkan janganlah puas dengan kata hampir. Karena “hampir” tidak menghasilkan apa-apa. “Almost is nothing”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: