Komitmen

Apa yang ada dipikiran Anda saat melihat tulisan “komitmen”??? Terbayang saat Anda mengucapkan janji nikah atau teringat saat Anda diambil sumpah profesi? Atau kamus bahasa Indonesia menyebutkan komitmen adalah perjanjian (keterikatan) untuk melakukan sesuatu; kontrak.

Dalam pengertian kata komitmen terdapat kata perjanjian dan kontrak. Dimana ada yang menjanjikan dan ada sesuatu yang dijanjikan. Kadang sedikit lucu saat di dalam suatu rapat saya mendengar kata komitmen. Saya sedikit ragu apakah orang yang berbicara itu mengerti tentang kata komitmen. Sehingga “fantasi liar” saya mulai memikirkan apa sih itu komitmen.

Mungkin komitmen bagi saya lebih mudah kalo saya artikan apa yang membuat saya mensyukuri mempunyai istri yang galak sama halnya mensyukuri sikap romantis yang dia berikan ke saya. Komitmenlah yang membuat saya terpana melihat dia berdandan cantik sama halnya saya terpana dengan celana pendek dan kaos kumalnya saat mengepel lantai rumah kami sebelum kami punya pembantu.

Komitmen adalah sesuatu yang membuat isteri saya mau memasakan air panas untuk mandi saya saat melihat saya kehujanan tanpa saya minta. Komitmenlah yang membuat isteri saya mau terbangun malam-malam hanya untuk mencari minyak kayu putih dan mengolesi dada saya saat saya terbatuk-batuk dalam tidur. Komitmenlah yang membuat kami cemas saat si “mas” muncul biduran di seluruh tubuh.

Komitmen pada satu hal menyebabkan “dosa turunan” munculnya komitmen baru. Komitmen baru memunculkan komitmen lebih baru. Seperti lingkaran tak terputus yang terus menerus akan kita terima. Seringkali kita hanya melihat komitmen dari sesuatu yang besar tanpa tahu bahwa komitmen-komitmen kecil harusnya juga kita lakukan. Komitmen menyebabkan kita harus “menyerahkan” kebahagian kita demi memenuhi sesuatu yang sudah kita janjikan. Bayangkan saja kesenangan tidur di pagi yang dingin dengan selimut yang tebal harus kita serahkan karena komitmen kita kepada perusahaan dengan konseukensi gaji yang kita terima. Atau keinginan berjalan-jalan dengan keluarga di hari sabtu harus digantikan dengan meeting dengan mungkin orang yang kita tidak sukai di luar pulau karena tuntutan pekerjaan.

Perlu diingat juga bahwa tidak ada rasa negatif dalam komitmen.Komitmen murni 100% menyenangkan kalau kita juga 100% dalam berkomitmen. Komitmen adalah mutlak tanpa kata tapi, kalau, bukan begitu atau kata-kata penolakan lainnya. Karena dalam komitmen yang mutlak kita akan mendapatkan kebahagian yang mutlak dengan pengorbanan kita yang mutlak juga.

Jadi diperlukan 100% keberanian, nyali, pengorbanan dan kesadaran dalam kita berkomitmen. Karena di dalam komitmen ada sesuatu yang membuat seseorang rela menyerahkan segala sesuatu yang dia miliki hanya untuk memenuhi panggilan hidupnya, walaupun harga yang harus dibayar tidaklah sedikit dan medan yang ditempuh tidak ringan.Komitmenlah yang membuat seseorang berani memikul resiko dan konsekuensi dari setiap keputusannya tanpa mengeluh, serta menjalaninya dengan penuh rasa syukur sebagai bagian dari kehidupan yang terus berproses.Komitmenlah yang membuat seseorang berani setia dan percaya, meski harapannya tidak kunjung terpenuhi dan tidak ada yang dapat dijadikan jaminan olehnya.Dan saat ketika kita berani mengikatkan diri dalam sebuah komitmen, kita telah ‘mati’ terhadap kepentingan diri sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: