Pikiran Anda Yang Menentukan Hidup Anda

Sewaktu masih kuliah saya memiliki sebuah buku yang mencatat beberapa mimpi yang ingin saya dapatkan nanti di masa depan. Buku tersebut hanyalah sebuah buku saku yang kecil dan terakhir saya lihat, tampak kusam. Saya mencatatkan beberapa mimpi saya di dalam buku tersebut. Beberapa mimpi tersebut terjadi pada diri saya. Saya tidak menyadarinya saat mimpi tersebut menjadi kenyataan namun merasa sepertinya pernah mengalami situasi tersebut. Saya ingat saya pernah menulis ingin lulus kuliah dengan IPK minimal 3 dan yang terjadi di transkrip nilai saya terpampang angka 3 di bagian kanan bawah yang menunjukan IPK saya. Saat tsunami akhir 2004 di Banda dan di Nias, saya ingat bagaimana saya tertegun di TV karena pada saat itu saya merasa saya ada di sana. dan 6 bulan berikutnya saya tertegun berada di dalam pesawat Garuda yang membawa saya dan akhirnya mendarat Bandara Sultan Iskandar Muda Banda Aceh yang mana 3 bulan berikutnya saya berada di Gunung Sitoli karena pindah area tugas. Luar biasa bukan….
Namun bukan berarti semua yang saya pikirkan saya dapatkan, atau lebih tepatnya “apa yang saya takutkan” saya dapatkan. Dulu saya takut berada di Jakarta. Entah mengapa Jakarta terasa sumpek, rame, macet dan tidak bersahabat. Saya pernah memilih menunggu transit 6 jam di Bandara Soekarno Hatta daripada menginap di Jakarta. Lalu apa yang saya dapatkan sekarang, tidak terasa hampir 1,5 tahun lebih saya bekerja di sebuah perusahaan konsultan di Jakarta. Luar biasa juga kan….. Luar biasa karena baru saya sadari sekarang bahwa selama ini saya memikirkan kota Jakarta sebagai kota domisili (walaupun bukan yang saya inginkan). Pikiran saya tetap memikirkan Jakarta walaupun dalam bentuk negatif. Hal ini kadang mengingatkan saya untuk merubah apa yang tidak saya inginkan menjadi apa yang saya inginkan. Berpikir lebih positif dan mempercayai apa yang saya inginkan lebih kuat.

Jadi kalau membayangkan sesuatu itu gratis dan mampu memberikan effort yang lebih besar mengapa kita bermimpi? Setidaknya kita bisa membebaskan pikiran kita untuk bermimpi. Namun tetap berusaha melakukan yang terbaik dalam menjadikan mimpi kita menjadi lebih nyata. Pikiran merupakan anugerah terbesar yang diberikan Tuhan kepada kita. Berhati-hatilah atas apa yang Anda pikirkan karena pikiran Anda adalah apa yang Anda inginkan…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: