“Selingkuh” dalam perusahaan

Malam ini seorang bekas karyawan mendatangi saya di hotel. Saat diberitahu oleh reseptionist, saya tidak ingat dan mengira-ira wajahnya. Yang menarik saat saya bertemu dengan dia yang teringat adalah alasan perusahaan memutuskan hubungan kerja dengan dia. Masih ingat sekitar 3 bulan lalu saya datang ke kota ini untuk menyelesaian dua permasalahan, yaitu perkelahian antar karyawan dengan penganiayaan dan “perselingkuhan” karyawan dengan perusahaan.

Tidak ada rasa takut serta bimbang saat menemui orang tersebut. Memang pada saat PHK tersebut saya tidak melakukannya sendiri, melainkan memberikankesempatan khusus atasannya untuk menyampaikan keputusan tersebut. Kami memang tidak pernah bertemu langsung namun pertemuan kami hanyalah lewat telepon. Yang menarik adalah tidak adanya dendam, maksud kedatangannya hanyalah untuk meminta maaf secara khusus, padahal kami belum pernah bertemu langsung, serta menyampaikan apa yang terjadi dahulu dari versi dia secara langsung bukan sekedar tulisan laporan investigasi yang dia tanda tangani.
Obrolan kami pertama kali seputar hal-hal ringan menyangkut berapa hari saya di Banjarmasin, sudah kemana saja dan sudah mencoba makanan khas apa saja di disini. Karena waktunya makan malam kami memutuskan makan malam. Makanan yang cukup enak serta obrolan yang ringan menyebabkan kami semakin akrab, padahal belum pernah bertemu sebelumnya dan statusnya sayalah yang menyetujui surat keputusan pemutusan hubungan kerjanya. Makan malam selesai, namun saya belum melihat tanda-tanda saya telah memuaskan dia dalam bercakap-cakap. Sampai pada saat saya menanyakan “Apakah anda dendam pada saya?”.
Ucapan pertamanya adalah jawaban yang mengeles secara gurauan yang saya yakin bukan jawaban yang sebenarnya. Obrolan kami berlanjut sampai dengan alasan perkelahian dan penjelasan dia. Satu hal yang dia samapaikan bahwa dia menyesal atas kekhilafannya, namun ada sesuatu yang tidak saya setujui. Dia masih beranggapan bahwa “perselingkuhan”nya terhadap perusahaan tidaklah salah. Dari sudut pandang dia, perselingkuhannya (melakukan aktifitas bisnis lain yang sama) dengan perusahaan adalah benar. Asumsi dia bahwa perusahaan tidak dirugikan secara material terkait dengan aktifitasnya. Waktu itu dia tetap melakukan penjualan produk kami, namun tetap menjual produk yang sama namun berbeda merk saja. Hal yang gila menurut saya, saya berusaha menjelaskan bahwa ibarat keluarga itu sama saja seperti mengambil isteri kedua tanpa persetujuan istri perama (contoh ini bukan berarti saya menyetujui poligami).
Bagi saya sebuah komitmen mutlak harus 100% walaupun kadang ada beberapa hal diluar sana yang menggoyahkan kita. Ibarat kita berkomitmen membentuk suatu keluarga maka komitmen kita kepada istri adalah 100%, walaupun jika suatu saat ada keburukan atau kelemahan istri yang kita dapatkan. Sama halnya jika pada perusahaan, kita kita telah berkomitmen dengan apa yang telah kita terima dari perusahaan maka seyogyanya kita mencintai perusahaan dengan setulus hati. Jika kita telah tergoda dengan apa yang akan kita dapatkan di tempat lain, maka sebaiknya kita memutuskan komitmen kita dengan perusahaan. Karena tidak adil saat kita hidup dan hanya mau menerima sesuatu yang baik tanpa mau menjalankan konsekuensi yang harusnya kita terima akibat sesuatu hal yang kita terima.

Komitmen dengan perusahaan adalah sama dimanapun dan apapun jenis perusahaannya. Kalo di bidang trading pastilah kita dituntut untuk cinta 100% terhadap produk yang kita jual. Janganlah kita menjual sesuatu yang lain. Itulah yang menunjukan nilai kita di mata perusahaan karena menurut saya SDM bukan hanya sekedar aset namun merupakan subyek penggerak yang berpengaruh bagi perusahaan.
Ingat, dalam tulisan saya sebelumnya tentang “Komitmen” , saya menuliskan bahwa komitmen memerlukn pengorbanan, keberanian serta kesadaran. Maka saat kita berkomitmen dengan perusahaan maka perlu kita ketahui bahwa kita telah sadar untuk berani berkorban. Saat itu terjadi maka pastinya tidak ada “selingkuh” dalam perusahaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: