Tes Kepribadian Dalam Proses Rekruitmen

Apakah kepribadian itu? Menurut Gordon W. Allport (dalam Cooper, 1991), kepribadian adalah sebuah organisasi dinamis di dalam sistem psikis dan fisik individu yang menentukan karakteristik perilaku dan pikirannya. Sedangkan Pervin dan John (1993) menuliskan bahwa kepribadian mewakili karakteristik individu yang terdiri dari pola-pola pikiran, perasaan dan perilaku yang konsisten.

Kepribadian pada hakekatnya adalah perilaku dalam cara tertentu, seperti yang tercermin dalam perilaku seseorang pada berbagai situasi. Sebuah kecenderungan dari perilaku dalam berbagai situasi. Faktor yang mempengaruhinya adalah factor genetik dan factor lingkungan. Kedua-duanya sangat berpengaruh bagi pembentukan kepribadian. Bukan hanya faktor keturunan sendiri atau faktor lingkungan sendiri yang menentukan bagaimana kepribadian terbentuk, melainkan melalui pengaruh resiprokal faktor keturunan dan lingkungan yang memunculkan karakteristik kepribadian.

Mengapa perlu dilakukan Tes Kepribadian dalam proses rekruitmen? Pada dasarnya proses rekruitmen bertujuan untuk untuk mendapatkan SDM yang ”tepat” untuk menghasilkan produktivitas bagi perusahaan. Karena kuncinya di produktivitas maka diperlukan karyawan yang mampu beradaptasi serta memiliki karakteristik kepribadian yang cocok dalam menunjang produktivitas tersebut.

Contoh-contoh Tes kepribadian :

MBTI (Myers-Briggs Type Indicator)

Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) adalah suatu alat pengukuran psikologi yangtelah terbukti dapat membantu banyak orang dalam memahami tipe kepribadian diri serta orang lain. Keuntungan memakai MBTI adalah:

a)     Mampu memberikan gambaran diri, kekuatan dan kelebihan yang dimiliki

b)     Mampu memberikan gambaran potensi  potensi kepemimpinan yang dimiliki dan mengetahui bagaimana cara mengembangkannya secara efektif.

DISC (Dominance, Influence, Steadiness, and Conscientiousness)

Mengenal lebih dalam keempat model ini akan membantu memberikan gambaran  lebih efektif, memberikan gambaran lebih mendetail dalam melihat kelebihan dan kelemahan dari testee.

Grafis (BAUM dan DAP) Testee akan diminta menggambar yang paling dekat dengan dirinya sehingga ia dapat menggambar berdasarkan pengalaman-pengalamannya. Tehnik proyeksi yang dipakai tes grafis ini seringkali disebut sebagai tehnik ekspresif. Istilah proyeksi diperkenalkan Lawrence Frank (1939) untuk rangsang-rangsang yang tidak jelas dan terhadap rangsang-rangsang inilah subyek memproyeksikan kebutuhan dan keadaan dalam dirinya. Berdasarkan “gambar-gambar” tesebut diintrepretasi untuk melihat kecenderungan kepribadian.

Other Jika kita akan melakukan tes maka perlu diketahui juga tujuan penggunaannya. Tes yang diberikan untuk testee dengan pendidikan SD akan lain dengan testee yang berpendidikan SMU. Tes yang diberikan untuk level manager berbeda juga dengan tes yang diberikan pada level staff.

Daftar Pustaka:

Cooper, C.L., & Payne, R. (1991). Personality and stress: Individual differences in the stress process. England: John Wiley & Sons Ltd.

Pervin, L. A. (1993). Personality: theory and research. (Ed. ke-6). Canada: John Wiley & Sons.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: